Perkuat Kolaborasi, SMSI dan Diskominfosantik Kalteng Dorong Ekosistem Informasi Publik yang Sehat
Palangka Raya, spiritnusantara.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Tengah terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah sebagai langkah membangun ekosistem informasi publik yang sehat, berkualitas, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui silaturahmi dan audiensi dengan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah, Hj. Adiah Chandra Sari, S.H., M.H., di Kantor Diskominfosantik Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (6/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan Pelantikan Serentak Pengurus SMSI se-Kalimantan Tengah yang akan digelar dalam waktu dekat. Selain itu, audiensi juga membahas rencana pembentukan Pokja News Room Jaga Desa, sebuah program kolaboratif yang diinisiasi SMSI Kalimantan Tengah untuk memperkuat penyebarluasan informasi pembangunan hingga ke tingkat desa.
Melalui sinergi dengan Diskominfosantik Provinsi Kalimantan Tengah, SMSI berharap program-program yang disiapkan dapat mendukung penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan mudah diakses masyarakat, sekaligus memperkuat peran media siber sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyebarluaskan informasi pembangunan daerah.
Rombongan SMSI Kalimantan Tengah dipimpin Ketua SMSI Kalimantan Tengah Akhiruddin, didampingi Sekretaris Aris Kurnia Hikmawan, Wakil Ketua Bidang Sumber dan Pengembangan Usaha Digital Andrian Fathurrahman Sidiq, Seksi Organisasi, Pendataan, dan Verifikasi Fernando Rajagukguk, serta Seksi Hubungan Antar Lembaga Nanda Achmad Hermawan.
Kepala Diskominfosantik Provinsi Kalimantan Tengah, Hj. Adiah Chandra Sari, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas kunjungan jajaran Pengurus SMSI Kalimantan Tengah. Menurutnya, organisasi yang menghimpun perusahaan media siber tersebut memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat komunikasi publik.
Ia menilai, keberhasilan sebuah program pemerintah tidak hanya ditentukan oleh kualitas pelaksanaannya, tetapi juga oleh kemampuan menyampaikan informasi kepada masyarakat secara tepat, utuh, dan mudah dipahami.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah, Hj. Adiah Chandra Sari, S.H., M.H., menyampaikan bahwa berbagai program pembangunan maupun bantuan pemerintah akan lebih optimal manfaatnya apabila masyarakat mendapatkan informasi yang benar terkait tujuan, mekanisme, serta sasaran program tersebut.
Menurutnya, publikasi memiliki peran strategis dalam memastikan setiap kebijakan pemerintah dapat diketahui dan dipahami masyarakat secara luas.
“Berbagai program pembangunan maupun bantuan pemerintah akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai tujuan, mekanisme, hingga sasaran program tersebut. Karena itu, publikasi memiliki peran yang sangat penting agar setiap kebijakan pemerintah dapat diketahui dan dipahami masyarakat secara luas,” ujarnya.
Adiah menjelaskan, pemerintah membutuhkan dukungan dari media yang profesional untuk membantu menyampaikan informasi pembangunan secara efektif. Dengan penyampaian informasi yang tepat, masyarakat tidak hanya mengetahui keberadaan suatu program, tetapi juga memahami manfaat serta tata cara untuk mendapatkannya.
Ia menilai kolaborasi bersama SMSI menjadi langkah penting mengingat organisasi tersebut menaungi perusahaan-perusahaan media dengan jaringan yang luas di Kalimantan Tengah.
“Kolaborasi seperti ini sangat diperlukan. SMSI menghimpun perusahaan-perusahaan media yang memiliki jaringan luas di Kalimantan Tengah. Melalui sinergi yang baik, penyebarluasan informasi dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga berbagai program pemerintah, termasuk program bantuan kepada masyarakat, dapat tersampaikan dengan baik, tepat sasaran, serta memberikan manfaat yang optimal,” katanya.
Lebih lanjut, Adiah menyebutkan bahwa perkembangan media digital telah membawa perubahan besar terhadap pola masyarakat dalam memperoleh informasi. Hal tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah untuk membangun komunikasi publik yang lebih adaptif, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Perkembangan media digital tidak dapat kita hindari. Karena itu, yang perlu kita lakukan adalah memastikan ruang digital tetap menjadi ruang yang sehat, independen, bertanggung jawab, dan menghadirkan informasi yang berkualitas. Dalam konteks itu, kehadiran SMSI menjadi sangat penting karena menghimpun perusahaan media yang memiliki komitmen terhadap profesionalisme dan etika jurnalistik,” tegasnya.
Menurutnya, kolaborasi dengan SMSI juga akan mendukung tugas dan fungsi Diskominfosantik, khususnya dalam penyebarluasan informasi publik serta penguatan keterbukaan informasi di Kalimantan Tengah.
Sementara itu, Ketua SMSI Kalimantan Tengah Akhiruddin menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh Diskominfosantik Provinsi Kalimantan Tengah. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk bersilaturahmi dan berdiskusi. Kami berharap komunikasi yang telah terjalin hari ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang nyata, khususnya dalam bidang publikasi, pengembangan media, peningkatan literasi digital, serta penguatan ekosistem pers yang profesional di Kalimantan Tengah,” ujar Akhiruddin.
Menurutnya, SMSI sebagai organisasi perusahaan media memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, serta memberikan nilai edukasi kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa media bukan hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan publik, meningkatkan literasi masyarakat, serta menjaga kualitas ruang digital dari penyebaran hoaks maupun disinformasi.
“SMSI selalu siap berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah maupun seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung kemajuan Kalimantan Tengah. Kami ingin perusahaan media yang tergabung dalam SMSI tidak hanya menjadi sarana publikasi, tetapi juga menjadi mitra pembangunan yang mampu menghadirkan informasi yang berkualitas, mendidik, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Akhiruddin juga memaparkan rencana pembentukan Pokja News Room Jaga Desa yang tengah dipersiapkan SMSI Kalimantan Tengah.
Ia menjelaskan, Program News Room Jaga Desa merupakan implementasi kerja sama strategis antara Kejaksaan Agung Republik Indonesia melalui Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM Intel), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS). Program tersebut mendukung pelaksanaan Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) yang bertujuan meningkatkan transparansi tata kelola pemerintahan desa melalui penguatan penyebarluasan informasi publik.
Menurut Akhiruddin, ruang lingkup program tersebut tidak hanya berfokus pada publikasi pembangunan desa, tetapi juga mendorong peningkatan literasi masyarakat, penguatan ketahanan pangan nasional, pemberdayaan masyarakat desa, serta membangun budaya keterbukaan informasi yang mampu mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.
“Melalui News Room Jaga Desa, kami ingin menghadirkan informasi pembangunan yang akurat hingga ke tingkat desa. Program ini juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, perusahaan media, dan pemerintah desa agar masyarakat memperoleh informasi yang benar, memahami berbagai program pembangunan, serta ikut mengawal pelaksanaannya secara aktif,” jelasnya.
Ia berharap Diskominfosantik Provinsi Kalimantan Tengah dapat menjadi salah satu mitra strategis dalam mendukung implementasi program tersebut di daerah.
Menurutnya, dukungan dan sinergi dari berbagai pihak akan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan News Room Jaga Desa. Kolaborasi lintas sektor diyakini mampu memperluas penyebarluasan informasi pembangunan, meningkatkan literasi masyarakat, serta mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, partisipatif, dan akuntabel.
“Dengan dukungan Diskominfosantik, kami optimistis News Room Jaga Desa dapat berjalan lebih efektif. Kolaborasi lintas sektor akan memperkuat penyebarluasan informasi pembangunan, meningkatkan literasi masyarakat, sekaligus mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, partisipatif, dan akuntabel,” pungkasnya. (Vna)
