Tamiang Layang

ISPA di Bartim Capai 2.411 Kasus, Warga Diminta Waspadai Gangguan Pernapasan

Tamiang Layang, spiritnusantara.com – Kabut asap akibat karhutla masih menyelimuti sejumlah wilayah di Barito Timur. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bartim pun meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah gangguan kesehatan. Kepala Dinkes Bartim dr. Jimmi W.S. Hutagalung, M.M.Kes., mengimbau warga tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan penting. Saat beraktivitas di luar, masker wajib digunakan dengan benar.

Warga juga dianjurkan memperbanyak minum air putih dan menutup pintu serta jendela jika asap masuk ke dalam rumah.

Menurut dr. Jimmi, paparan kabut asap dapat memicu ISPA, iritasi mata dan kulit, serta gangguan kesehatan lainnya.

Dinkes Barito Timur mengingatkan masyarakat segera memeriksakan diri ke puskesmas jika mengalami batuk, sesak napas, atau gangguan kesehatan lainnya.

Kepala Dinkes Bartim dr. Jimmi W.S. Hutagalung mengatakan puskesmas telah menyediakan ruangan serta bantuan oksigen bagi pasien yang mengalami gangguan pernapasan.

“Kalau ada batuk ataupun penyakit yang lain, silakan ke puskesmas,” ujarnya.

Hingga 2 Oktober 2026, Dinkes Bartim mencatat sekitar 2.411 kasus ISPA. Meski angkanya masih tinggi, tren kasus ISPA disebut mulai mengalami penurunan.

Tren kasus ISPA di Barito Timur mulai menurun, namun Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi paparan kabut asap.

Anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih. Dinkes meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan, memakai masker dengan benar, dan menutup pintu serta jendela saat asap masuk ke rumah.

“Jangan tunggu parah. Jika mengalami gangguan pernapasan, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” menjadi pesan utama Dinkes kepada masyarakat. (Vna)