KKG PAI SD Resmi Dikukuhkan, Guru Ikuti Bimtek Penyusunan Modul
Kuala Kapuas, spiritnusantara.com – Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Modul Deep Learning Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti, dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan H. Suwarno Muriyat, Senin (21/7) di Aula Disdik Kapuas.
Bimtek yang berlangsung selama dua hari itu diawali dengan Pengukuhan Pengurus KKG PAI Sekolah Dasar Kabupaten Kapuas masa bakti 2025-2029 dengan Ketua Bejo Slamet dan sejumlah pengurus dan bidang oleh Kadisdik dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kapuas.
Dalam sambutannya, Kadisdik menyampaikan pentingnya transformasi pembelajaran PAI dan Budi Pekerti agar selaras dengan tuntutan abad 21 dan perkembangan koding kecerdasan artifisial (KKA). Pendekatan deep learning dinilai mampu menumbuhkan pemahaman mendalam, karakter kuat, serta kepekaan sosial spiritual peserta didik.
“Pendidikan Agama dan Budi Pekerti jangan sekadar transfer pengetahuan, tetapi harus menyentuh hati dan menggerakkan perilaku. Melalui pendekatan deep learning, kita arahkan siswa memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Suwarno.
Kadisdik menambahkan jika bimtek dan pengukuhan KKG PAI sejalan dengan rencana Pelaksanaan Kapuas Mengaji yang akan dicanangkan oleh Bupati Kapuas H.M.Wiyatno, SP dalam waktu segera sebagai implementasi dari Program Tuntas Baca Tulis Al Qur’an (TBTQ).
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama H. Hamidhan menguraikan secara rinci empat kompetensi dasar yang wajib dimiliki oleh seorang guru sebagaimana tercantum dalam Undang-undang Guru dan Dosen yakni pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian.
Sebelumnya, Ketua Panitia Bimtek yang juga Ketua KKG PAI SD, Bejo Slamet menjelaskan bahwa bimtek kali ini langsung menghadirkan penulis buku Achmad Hasim, M.Ag dari Pusat Kurikulum dan Bahan Ajar Kementerian pendidikan Dasar dan Menengah RI Jakarta.
“Dengan modul yang disusun secara kolaboratif sejak tahapan eksplorasi makna, refleksi nilai, integrasi lintas mata pelajaran, hingga praktik baik dalam pembelajaran kontekstual, guru tidak hanya mengajar, tapi juga menjadi fasilitator pembelajaran bermakna yang berpusat pada peserta didik,” pungkasnya. (Vna)
