Tamiang Layang

Kabut Asap Menebal, Ketua DPRD Bartim Imbau Warga Waspadai Dampak bagi Kesehatan

Tamiang Layang, spiritnusantara.com – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Barito Timur mulai mengganggu kenyamanan dan aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut juga dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan warga, terutama karena musim kemarau masih berlangsung dan curah hujan belum turun secara signifikan.

Menyikapi kondisi itu, Ketua DPRD Kabupaten Barito Timur, Nursulistio, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan. Ia meminta warga mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak diperlukan serta menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar ruangan.

Nursulistio mengatakan, kondisi udara yang ditemuinya sepanjang perjalanan dari Tamiang Layang menuju Palangka Raya cukup memprihatinkan. Kabut asap terlihat cukup tebal sehingga udara terasa tidak sehat dan membuat perjalanan maupun aktivitas masyarakat menjadi kurang nyaman.

“Kita melihat sepanjang jalan dari Tamiang Layang, dari Bartim sampai ke Palangka Raya, hawanya sangat tidak sehat dan sangat tidak nyaman. Banyak masyarakat yang mengeluhkan sesak dan batuk,” ujar Nursulistio kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, kondisi kabut asap perlu menjadi perhatian bersama. Jika musim kemarau terus berlangsung sementara curah hujan belum juga turun, kualitas udara dikhawatirkan semakin memburuk.

Karena itu, Nursulistio mengingatkan masyarakat untuk sementara waktu membatasi aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak. Warga yang harus keluar rumah juga diminta menggunakan masker, terutama ketika kondisi asap semakin tebal.

“Untuk sementara kita jaga kesehatan, kurangi aktivitas keluar rumah yang tidak perlu dan gunakan masker,” katanya.

Selain menjaga kesehatan, Nursulistio meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan untuk membuka maupun membersihkan area. Ia menilai pembakaran lahan dapat memperburuk kondisi udara karena asap yang dihasilkan akan menambah polusi yang saat ini sudah dirasakan masyarakat.

Menurutnya, meskipun api dapat dikendalikan, asap yang ditimbulkan tetap dapat menyebar dan memperburuk kualitas udara di lingkungan sekitar.

“Mohon kerja sama dari semua pihak, jangan membuka lahan dengan cara membakar. Meskipun api bisa dikendalikan, asapnya akan berdampak dan semakin menambah ketebalan polusi yang kita rasakan,” tegasnya.

Nursulistio berharap masyarakat bersama-sama menjaga kesehatan dan lingkungan selama musim kemarau. Ia menekankan bahwa pencegahan kebakaran lahan dan pengendalian kabut asap bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian serta peran aktif seluruh masyarakat.

Ketua DPRD Kabupaten Barito Timur, Nursulistio, meminta seluruh masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi kabut asap yang mulai mengganggu kualitas udara di wilayah Barito Timur.

Menurut Nursulistio, pembakaran lahan tetap berpotensi menambah polusi udara meskipun api dapat dikendalikan. Asap yang dihasilkan dapat menyebar ke wilayah sekitar dan semakin memperburuk kondisi udara yang saat ini sudah tidak sehat.

“Mohon kerja sama dari semua pihak, jangan membuka lahan dengan cara membakar. Meskipun api bisa dikendalikan, asapnya akan berdampak dan semakin menambah ketebalan polusi yang kita rasakan,” tegasnya.

Ia mengingatkan, kondisi kabut asap berpotensi semakin parah apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang sementara curah hujan belum juga turun secara signifikan. Karena itu, masyarakat diminta bersama-sama mencegah munculnya sumber asap baru yang dapat memperburuk keadaan.

Nursulistio menilai kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kualitas udara dan mencegah kebakaran lahan. Menurutnya, penanganan kabut asap bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

Ia pun mengajak warga untuk menjaga lingkungan sekaligus memperhatikan kesehatan selama musim kemarau.

“Mari kita sama-sama menjaga demi kesehatan dan kebaikan kita semua,” pungkasnya. (Vna)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *