Peduli Warga Terdampak Karhutla, Bupati Kapuas Salurkan Bantuan Pangan di Tiga Kecamatan
Kuala kapuas, spiritnusantara.com – Bupati Kapuas H.M. Wiyatno turun langsung ke sejumlah wilayah untuk menyalurkan bantuan pangan bagi warga terdampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Jumat (2/10/2026). Bersama rombongan, Wiyatno mengunjungi Kecamatan Kapuas Murung, Dadahup, dan Mantangai. Kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian Pemkab Kapuas sekaligus upaya melihat langsung kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Selain menyerahkan bantuan, kunjungan ini juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memastikan penanganan dampak kekeringan dan karhutla berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Bupati Kapuas H.M. Wiyatno dalam kunjungan tersebut didampingi Sekda Kapuas Usis I. Sangkai, Wakil Ketua I DPRD Kapuas Yohanes, Asisten II Kusmiatie, Asisten III Fery Noah, serta sejumlah kepala OPD.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Safari Jumat di Masjid Su’ada, Kelurahan Palingkau Baru, Kecamatan Kapuas Murung. Usai salat Jumat, Wiyatno berdialog dengan pengurus masjid dan menyerahkan bantuan untuk mendukung kebutuhan serta kegiatan keagamaan di masjid tersebut.
Dodo berharap Kamis Hanjak Berbudaya mampu menumbuhkan kebanggaan siswa terhadap budaya daerah sekaligus menjaga warisan budaya Dayak sebagai bagian dari identitas masyarakat Kapuas.
Program ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran Bupati Kapuas Nomor 400.6.1/123/DISDIK/I/2026 tentang penggunaan lawung/sumping dan Bahasa Dayak di satuan pendidikan pada hari tertentu. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat pendidikan karakter sekaligus menjaga budaya lokal tetap hidup di kalangan generasi muda.
Tak hanya budaya, Dodo yang juga Ketua KORMI Kabupaten Kapuas turut menyerahkan bantuan kepada SMPN 2 Pulau Petak berupa dua sipet, satu papan target, dan 12 damek. Bantuan ini diharapkan mendukung pengenalan olahraga dan permainan tradisional sekaligus menumbuhkan kecintaan siswa terhadap budaya daerah.
Selain bantuan pangan, Bupati Kapuas H.M. Wiyatno memaparkan sejumlah program pembangunan, termasuk program Rp1 miliar untuk satu desa yang mulai berjalan pada 2026.
Wiyatno berharap dukungan tersebut terus ditingkatkan agar desa yang masih membutuhkan pembangunan mendapat perhatian lebih besar. Pemkab Kapuas menargetkan anggaran pembangunan desa meningkat hingga sekitar Rp350 miliar pada 2027.
“Harapan kita yang akan datang bisa lebih dari Rp1 miliar satu desa. Desa-desa yang membutuhkan perhatian lebih, silakan kepala desa berkomunikasi dengan OPD dan DPRD,” ujarnya.
Prioritas pembangunan diarahkan ke wilayah pesisir, pantai, dan pedalaman yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur. “Harapan kita tidak ada yang tertinggal di tahun 2027,” tegasnya.
Wiyatno juga menyoroti kebutuhan peningkatan konektivitas jalan di Kelurahan Palangkau Lama dan Palangkau Baru, Kecamatan Kapuas Murung, yang berbatasan dengan Kabupaten Barito Kuala.
Wiyatno menyebut wilayah yang membutuhkan perhatian lebih akan mendapat tambahan anggaran. Palangkau Lama dan Palangkau Baru, misalnya, berpeluang memperoleh hingga Rp3 miliar per wilayah untuk mendukung pembangunan konektivitas jalan.
“Bisa jadi Palangkau Lama Rp3 miliar dan Palangkau Baru Rp3 miliar, sehingga kedua wilayah tersebut bisa terhubung dan transportasi darat berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Selain pembangunan desa, Pemkab Kapuas juga terus mendorong peningkatan jalan antarkecamatan dan konektivitas menuju wilayah kabupaten.
Usai menyalurkan bantuan pangan di Kapuas Murung, Dadahup, dan Mantangai, Bupati bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Katunjung, Kecamatan Mantangai.
Di sana, Wiyatno berdialog langsung dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi terkait kondisi, kebutuhan pembangunan, dan akses infrastruktur di Desa Katunjung serta wilayah sekitarnya.
Usai berdialog dengan warga Katunjung, Bupati Kapuas H.M. Wiyatno bersama rombongan melanjutkan perjalanan meninjau langsung kondisi jalan menuju Kecamatan Timpah.
Wiyatno mengatakan jarak Mantangai–Timpah sekitar 140 kilometer. Ia berharap akses tersebut mulai bisa dilalui kendaraan roda empat pada 2027–2028.
“Dari Katunjung kita nanti langsung naik sepeda motor sampai ke Timpah. Mudah-mudahan tahun 2027 dan 2028 mobil sudah bisa lewat sana,” ujarnya.
Jika konektivitas terwujud, masyarakat Pasak Telawang, Pujon, dan Timpah dapat menuju Kuala Kapuas melalui jalur yang lebih singkat tanpa harus memutar melalui Palangka Raya dan Pulang Pisau.
Pemkab Kapuas juga mendapat dukungan sekitar Rp25 miliar dari Balai Jalan Nasional untuk penanganan sejumlah ruas jalan, termasuk jalur Mantangai–Timpah.
Wiyatno menyebut kondisi tanah yang rendah dan bergambut menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, peninjauan langsung dilakukan untuk menentukan penanganan yang tepat.
“Kita ingin melihat langsung kondisi di sana sehingga penanganan yang akan kita laksanakan bisa disesuaikan dengan kondisi lapangan,” pungkasnya.
Pemkab Kapuas menyalurkan ribuan paket bantuan pangan kepada warga terdampak kekeringan dan karhutla di sejumlah wilayah. Bantuan diberikan kepada warga di Palingkau Lama, Dadahup, Bina Jaya, Bentuk Jaya, Harapan Baru, Sumber Alaska, Mantangai Tengah, Mantangai Hilir, Mantangai Hulu, Katunjung, dan Tumbang Mangkutup.
Jumlah bantuan yang disalurkan bervariasi, dengan penerima terbanyak berada di Kelurahan Palingkau Lama sebanyak 1.194 paket, disusul Mantangai Tengah 446 paket dan Mantangai Hilir 425 paket.
Penyaluran ini diharapkan membantu meringankan kebutuhan warga sekaligus menjadi bagian dari penanganan dampak kekeringan dan karhutla.
Kunjungan ke Desa Katunjung juga menjadi momentum bagi Pemkab Kapuas untuk menyerap aspirasi masyarakat dan melihat langsung kondisi wilayah sebagai bahan dalam menentukan kebijakan pembangunan ke depan. (Vna)
