Tamiang Layang

Hangatnya Sukacita Natal di Panti Asuhan Rumah Kasih, Hadiah dari PWI Barito Timur

Tamiang Layang (SPIRITNUSANTARA.COM) — Suasana ceria dan penuh kehangatan tampak di Panti Asuhan Rumah Kasih, Desa Dayu, Kecamatan Karusen Janang, Kamis, 19 Desember 2024. Anak-anak panti asuhan itu menyambut kedatangan para jurnalis dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Barito Timur dengan senyum lebar dan sorak kegembiraan.

Hari itu, PWI Barito Timur membawa “hadiah Natal” berupa bahan makanan, mulai dari kue kering, minuman ringan, beras, telur, mie instan, hingga gula pasir. Hadiah sederhana yang penuh makna ini diharapkan bisa menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak panti asuhan.

Ketua PWI Barito Timur, Prasojo Eko Aprianto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian para wartawan terhadap mereka yang membutuhkan. Baginya, berbagi di momen Natal bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang menghadirkan kehangatan dan kebersamaan.

“Meski nilainya tidak seberapa, kami berharap bantuan ini bisa menghadirkan sukacita Natal bagi anak-anak di Panti Asuhan Rumah Kasih, sebagaimana yang dirasakan anak-anak lain dalam keluarga mereka,” ujar Eko penuh haru.

Momen penyerahan bantuan itu bukan hanya tentang barang-barang kebutuhan pokok, melainkan juga tentang kebersamaan. Pengasuh Panti Asuhan Rumah Kasih, Eldad Lalenoh, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Baginya, uluran tangan dari PWI Barito Timur bukan sekadar bantuan fisik, melainkan tanda bahwa masih banyak orang yang peduli terhadap anak-anak panti asuhannya.

“Kami berterima kasih kepada teman-teman PWI yang telah membantu memenuhi kebutuhan anak-anak, termasuk menyediakan kue-kue untuk perayaan Natal. Inisiatif ini sangat berarti bagi kami,” ucap Eldad, suaranya bergetar menahan haru.

Saat ini, Panti Asuhan Rumah Kasih dihuni delapan anak dengan jenjang pendidikan mulai dari SD hingga SMA. Eldad menjelaskan, kebutuhan panti tak hanya berupa bahan pokok, tetapi juga dukungan finansial dan moral.

“Kami berdoa agar PWI terus berkembang, memberitakan kabar yang bermanfaat bagi masyarakat dan tetap eksis memberikan kontribusi positif,” imbuh Eldad.

Anak-anak Panti Asuhan Rumah Kasih tampak tak henti-hentinya melirik ke arah kue kering dan minuman ringan yang dibawa PWI. Mereka mulai membayangkan betapa serunya merayakan Natal tahun ini. Suasana hati mereka terasa lebih ceria dari biasanya.

Eldad berharap, ke depan, semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi dengan anak-anak panti asuhannya, baik dalam bentuk dukungan materi maupun doa. Ia percaya bahwa kebaikan kecil yang dilakukan bersama akan memberikan dampak besar bagi anak-anak yang sedang bertumbuh.

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan teman-teman PWI ini menginspirasi kita semua untuk lebih peduli terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan uluran tangan di tengah perayaan Natal,” tuturnya penuh harap.

Hari itu, tak ada kado mahal atau perayaan megah di Panti Asuhan Rumah Kasih. Namun, sukacita dan kebahagiaan tetap terasa hangat. Anak-anak panti asuhan kini punya lebih banyak alasan untuk tersenyum, mengetahui bahwa mereka tidak sendiri. Dari sudut kecil di Desa Dayu, semangat berbagi itu terus menyala, menghadirkan kehangatan Natal bagi semua yang merasakannya. (Hb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *