Kuala Kapuas

Wujud Kepedulian, Ketua Tim Pembina Posyandu Kapuas Laksanakan Kunjungan Kasih di Kapuas Timur

Kuala Kapuas, spiritnusantara.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Kapuas, Hj. Siti Saniah Wiyatno, bersama jajaran Tim Pembina Posyandu Kabupaten Kapuas melaksanakan Kunjungan Kasih kepada keluarga penyandang disabilitas mental di Handil Irian Km 7,5 RT 007, Desa Anjir Serapat Baru, Kecamatan Kapuas Timur, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat implementasi Posyandu dengan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya pada sektor kesehatan dan sosial. Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kabupaten Kapuas menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan yang lebih inklusif dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

Selain sebagai bentuk kepedulian, Kunjungan Kasih juga bertujuan memastikan keluarga penyandang disabilitas mental memperoleh akses terhadap layanan kesehatan, pelayanan sosial, serta pendampingan yang berkelanjutan melalui sinergi berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.

Dalam kegiatan tersebut, Hj. Siti Saniah Wiyatno didampingi Tim Pembina Posyandu Kabupaten Kapuas bersama perangkat daerah terkait, di antaranya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB), Dinas Sosial, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta kader Posyandu.

Hj. Siti Saniah Wiyatno mengatakan, kunjungan kasih ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat yang tergolong rentan, sekaligus memperkuat pelaksanaan transformasi Posyandu yang kini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal.

Hj. Siti Saniah Wiyatno mengatakan, melalui implementasi Posyandu dengan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), pemerintah ingin memastikan seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya, memperoleh pelayanan dasar yang mudah diakses, terpadu, dan berkelanjutan.

“Melalui Posyandu 6 Bidang SPM, kita ingin memastikan seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya, mendapatkan pelayanan dasar yang mudah dijangkau, terpadu, dan berkelanjutan. Posyandu harus menjadi tempat yang menghadirkan kepedulian, pelayanan, dan solusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan implementasi Posyandu 6 Bidang SPM tidak dapat terwujud tanpa kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, hingga masyarakat.

Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk mendeteksi berbagai persoalan kesehatan dan sosial sejak dini sehingga dapat ditangani secara cepat, tepat, dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Tim Pembina Posyandu Kabupaten Kapuas juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, puskesmas, dan perangkat daerah terkait dalam penanganan kasus sosial di masyarakat, sehingga pelayanan kepada kelompok rentan dapat dilakukan secara berkesinambungan.

Saat ini, Posyandu telah bertransformasi menjadi pusat pelayanan masyarakat berbasis enam bidang Standar Pelayanan Minimal, yaitu bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta bidang sosial.

Dengan pendekatan tersebut, diharapkan pelayanan dasar semakin mudah diakses, permasalahan sosial dan kesehatan dapat ditangani lebih cepat, serta kualitas hidup masyarakat terus meningkat.

Kunjungan Kasih tersebut menjadi wujud komitmen Tim Pembina Posyandu Kabupaten Kapuas dalam memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan dasar kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Posyandu diharapkan tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi wadah yang menghadirkan kepedulian sosial, mendorong pemberdayaan masyarakat, serta memberikan pelayanan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan. (Vna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *