DPRD Barito Timur Sampaikan Hasil Reses, Infrastruktur Jadi Aspirasi Dominan
Tamiang Layang, spiritnusantara.com – DPRD Kabupaten Barito Timur menyerahkan laporan hasil reses perorangan pimpinan dan anggota dewan kepada pemerintah daerah dalam rapat paripurna, Jumat (10/4/2026). Dalam laporan tersebut, DPRD merangkum berbagai aspirasi masyarakat dari seluruh daerah pemilihan, dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur menjadi usulan yang paling dominan.
Dalam rapat itu, masing-masing juru bicara memaparkan hasil reses dari wilayahnya. Trikorianto menyampaikan aspirasi dari Daerah Pemilihan Barito Timur 1, Trisna Andrilawitni dari Barito Timur 2, serta Bayanto dari Barito Timur 3. Berbagai kebutuhan masyarakat yang disampaikan mencerminkan kondisi riil di lapangan. Ketua DPRD Barito Timur, Nursulistio, menyatakan hampir seluruh anggota dewan telah melaksanakan reses secara perorangan. Ia menyebut hanya satu anggota yang tidak dapat mengikuti kegiatan tersebut karena sakit. “Sebagian besar anggota DPRD Barito Timur telah melakukan reses perorangan, hanya satu anggota DPRD yang tidak melakukan reses karena sakit,” ujarnya usai rapat paripurna.
DPRD kemudian secara resmi menyerahkan dokumen hasil reses kepada pemerintah daerah melalui staf ahli bupati yang hadir dalam rapat tersebut. DPRD berharap seluruh usulan yang dihimpun dapat segera ditindaklanjuti dalam perencanaan pembangunan daerah. Nursulistio menegaskan, hasil reses tersebut akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan daerah ke depan. Menurutnya, seluruh aspirasi yang disampaikan merupakan kebutuhan nyata masyarakat yang harus mendapat perhatian serius.
“Kami berharap dari semua usulan ini menjadi dokumen penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun dan menentukan kebijakan serta langkah strategis pembangunan Kabupaten Barito Timur ke depan, karena hasil reses ini merupakan bentuk nyata usulan masyarakat yang kita tampung, dengarkan dan lihat bersama di lapangan,” katanya. Ia juga menjelaskan bahwa reses merupakan tanggung jawab konstitusional DPRD untuk turun langsung ke masyarakat dan menyerap aspirasi sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Lebih lanjut, Nursulistio mengungkapkan bahwa usulan masyarakat paling banyak berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, disusul kebutuhan penciptaan lapangan kerja. Menurutnya, kedua sektor tersebut saling berkaitan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Usulan masyarakat paling dominan berkaitan dengan infrastruktur dan lapangan pekerjaan. Ini saling berkaitan dan tentu dengan banyaknya kegiatan serta pembangunan infrastruktur akan mempengaruhi perputaran ekonomi di masyarakat,” jelasnya.
Namun demikian, DPRD mengakui adanya keterbatasan fiskal yang menjadi tantangan dalam merealisasikan seluruh usulan tersebut. Kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat turut berdampak pada penurunan pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur. “Tetapi di luar itu tentu kita harus punya kreativitas, punya terobosan bagaimana kita tidak hanya semata-mata menunggu bantuan pusat untuk melakukan pembangunan di Barito Timur dengan memaksimalkan anggaran yang ada dan meningkatkan sumber pendapatan asli daerah,” pungkasnya. (Vna)
